Pemankasan pada Tanaman Kopi

Share:

Berhasilnya suatu budidaya tanaman kopi dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: kesuburan tanah, bahan tanam, tindakan teknik budidaya dan sebagainya.  Salah satu diantara tindakan teknis budidaya yang terpenting adalah pemangkasan tanaman kopi.  Salah satu faktor tindakan budidaya yang penting, pemangkasan tanaman kopi bertujuan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif tanaman kopi kearah pertumbuhan generatif yang lebih produktif.

Tujuan pemangkasa
  • Agar tanaman tetap rendah  
  • Untuk mendapatkan cabang yang produktif
  • Mempermudah masuknya cahaya kedalam tubuh tanaman kopi untuk merangsang pertumbuhan bunga
  • Memperlancar peredaran udara didalam kebun sehingga dapat memperlancar penyerbukan
  • Mengurangi kelembapan tanaman kopi
  • Mengatur letak, umur dan bentuk dari cabang produktif
  • Membantuk mencegah terserangnya hama dan penyakit
  • Membuang cabang yang tidak dihendaki misalnya, cabang yang sudah tua dan tidak   berproduktif lagi dan cabang cabang yang tidak diperlukan
  • Untuk mengurangi “biennial bearing”


Sebelum melaksanakan pemangkasan harus diketahui sifat-sifat pertumbuhan tanaman kopi, baik pertumbuhan generatif maupun pertumbuhan vegetatif. Pada pertumbuhan generatif yaitu pertumbuhan dari biji tanaman kopi sedangkan pertumbuhan vegetatif menunjukan sifat dimorfisma, yaitu pertumbuhan arah menegak dan pertumbuhan arah ke samping.  Pada ketiak daun terdapat dua macam tunas yaitu tunas seri (tunas reproduksi) dan tunas legitim.  Tunas seri sebanyak 4 sampai 5 buah setiap ketiak daun akan tumbuh menjadi wiwilan. Tunas legitim akan tumbuh menjadi cabang primer dan hanya berlangsung satu kali.

Bagian batang pada tanaman kopi

1. Cabang primer
        Berasal dari tunas legitim pada batang pokok, tumbuhnya bersifat plagiotropik.  Pada cabang primer juga terdapat tunas seri dan tunas legitim.

2. Cabang cambuk
         Merupakan cabang primer atau reproduksi cabang primer, yang pada mulanya tumbuh agak condong keatas dan setelah mencapai tinggi tertentu lalu mencengkung, karena panjang dan melengkungnya inilah disebut cabang cambuk.

3. Cabang kipas
          Berasal dari cabang cabang primer yang telah tua dimana tunas legitimnya tumbuh menjadi cabang sekunder yang disebut cabang kipas

4. Cabang cacing
          Berasal dari reproduksi canbang primer yang pertumbuhannya lemah sehingga cabang tetap kecil, kurang kuat dan bengkok bengkok. Hal ini diakibatkan oleh cabang cabang terlalu rimbun, sehingga cabang cabang tersebut kurang mendapatkan cahaya matahari.

5. Cabang balik
          Merupakan reproduksi cabang primer yang arah pertumbuhannya menuju kebelakang kearah batang

6. Cabang sekunder
          Cabang yang berasal dari tunas legitim pada cabang primer. Pada cabang sekunder memiliki sifat sifat yang sama pada cabang primer.

7. Cabang liar
          Merupakan cabang yang tumbuh dari cabang primer, tidak mendatar dan tidak tegak seperti wiwilan

8. Cabang tersier
          Berasal dari tunas legitim pada cabang sekunder, pada tanaman kopi cabang ini jarang muncul

9. Wiwilan
          Berasal dari tunas seri pada batang pokok, sehingga merupakan reproduksi dari batang pokok ataun sifat sifatnya sama dengan batang pokok.

No comments